Senin, 14 Mei 2012

KERAGAMAN BENTUK MUKA BUMI


Permukaan bumi yang kita huni terdiri atas berbagai  bentukan, seperti gunung, lembah, tebing, bukit, danau, sungai dan sebagainya. Bentukan-bentukan tersebut dikenal sebagai relief muka bumi. Relief ini timbul karena adanya tenaga yang berasal dari dalam dan luar bumi. Tenaga yang mengubah bentuk muka bumi tersebut disebut tenaga geologi. Tenaga geologi dibagi atas tenaga endogen dan tenaga eksogen.
A.      Proses Alam Endogen
Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi. Berdasarkan penyebabnya tenaga endogen dibedakan atas tiga jenis, yaitu tektonisme, vulkanisme dan gempa bumi (seisme). Tiga proses alam tersebut akan kita pelajari secara singkat satu- persatu.
1.       Vulkanisme.
Vulkanisme adalah semua gejala yang berhubungan dengan terjadinya aktivitas magma dalam litosfer yang keluar sampai ke permukaan bumi. Proses keluarnya magma dari dalam bumi ke permukaan bumi disebut erupsi (letusan gunung api). Letusan gunung berapi dapat berupa lelehan (efusif) melalui rekahan-rekahan pada lapisan batuan, dapat berupa ledakan (eksplosif) melalui lubang kepundan. Bahan-bahan lepas yang dimuntahkan gunung api saat meletus disebut eflata. Berdasarkan ukurannya eflata dapat berupa: bom(bongkahan batu besar), lapili (batu kerikil), pasir vulkanik dan abu vulkanik. Magma yang keluar sampai ke permukaan bumi disebut lava. Lava yang telah bercampur batuan, pasir, tanah, dan air berbentuk lumpur disebut lahar. Berdasarkan keadannya lahar dibedakan menjadi dua yaitu lahar panas dan lahar dingin. Keluarnya biasanya ditandai dengan eksplosif. Misalnya Gunung Merapi Jawa Tengah. Namun ada yang keluar dengan tenang tanpa mengeluarkan ledakan-ledakan, misalnya Gunung api di Hawai.
Pergeseran magma sebagai aktivitas magma dibedakan menjadi dua yaitu:
1)      Intrusi magma adalah menerobosnya magma dalam lapisan litosfer melalui rekahan-rekahan batuan tetapi tidak sampai ke permukaan bumi.
Bentuk-bentuk intrusi magma sebagai berikut :
a)      Batholit yaitu batuan intrusif yang terjadi atau membeku di dapur magma.
b)      Lakolit  yaitu batuan intrusif yang bentuknya cembung.
c)       Sill yaitu batuan intrusif yang bentuknya pipih dan tipis.
d)      Gang yaitu batuan dari intrusi magma yang memotong lapisan batuan yang berbentuk pipih
Atau lempeng.
e)      Apofisa yaitu cabang dari irupsi korok/gang.
f)       Diatrema yaitu batuan yang mengisi pipa letusan.
2)      Ekstrusi magma adalah kegiatan magma yang mencapai ke permukaan bumi. Bahan yang dikeluarkan terutama ketika terjadi letusan gunung api  adalah dalam bentuk material padat dan dalam bentuk cair berupa lava dan lahar, serta dalam wujud gas, seperti belerang, nitrogen, gas asam arang, dan gas uap air.
Letusan gunung api ini akan menyebabkan terbentuknya macam-macam puncak bahkan bentuk gunung api. Berdasarkan tipe letusannya, gunung api dikelompokkan menjadi tiga bentuk yaitu :
a.       Gunung api kerucut atau strato yaitu  gunung api yang terbentuk secara berlapis-lapis.
Lapisan tersebut terdiri atas campuran lava dan eflata. Letusan gunung berapi melepaskan eflata yang ditimbun di sekitar pusat erupsi.Kemudian di atasnya lelehan lava membentuk lapisan batuan beku sebagai badan gunung api. Proses ini terjadi berulang kali dan terus menerus dalam waktu yang lama. Akibatnya terbentuk kerucut gunung api di sekitar pusat erupsi. Contoh gunung api di Indonesia : gunung api Semeru(Jawa Timur), gunung api Merapi (Jawa Tengah), Gunung Batur. Gunung Fuji (Jepang), Gunung Etna (Italia).
b.      Gunung api  maar adalah gunung api yang terbentuk akibat letusan / ledakan yang  terjadi sangat kuat dan hanya satu kali. Kawah gunung api maar biasanya berbentuk danau kecil (danau
kawah), sehingga puncaknya tidak lancip. Bahan-bahan yang dikeluarkan berupa eflata, yaitu bahan-bahan lepas seperti: bom, lapili, pasir, dan abu vulkanik. Contohnya : Gunung Lamongan
(Jawa Timur), Gunung Penacate (Meksiko), dan Gunung Monte Nuovo (Italia)
c.       Gunung api perisai (tameng). Merupakan gunung api yang terbentuk akibat letusan atau erupsi tipe efusif, berupa lelehan yang sangat luas dengan lereng yang sangat landai. Gunung api perisai terbentuk dari lelehan lava yang encer/cair. Contoh: di Kepulauan Hawai yaitu Gunung Mauna Loa, Gunung Mauna Kea, Gunung Kilauea. 
sumber gambar:google.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar